Nasional, Makassar- Lembaga Anti Corruption Committee Sulawesi Selatan menyebutkan jumlah kasus dugaan korupsi yang mandek di Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Kepolisian Resor Kota Besar Makassar mencapai 15 kasus. 6 perkara sudah berada ditahap penyelidikan dan 9 perkara ditahap penyidikan.�
Adapun laporan yang masih mandek seperti kasus Balai Pompengan, dugaan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Tanah untuk pembangunan Kampus II Politeknik Negeri Ujung Pandang sejak 2013 dan korupsi Rumah Sakit Umum Haji Makassar 2015. "Padahal kasus ini sudah lama ditangani," kata Wakil Staf Badan Pekerja ACC Sulsel Kadir Wokanubun kepada Tempo, Rabu 28 Desember.�
Kadir juga membeberkan kasus Balai Pompengan Jeneberang, itu bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2012-2013. Dalam proyek ini diduga ada pemalsuan dokumen hasil pekerjaan berupa berita acara pemetaan yang direkayasa.
Sedangkan kasus yang mandek di Polda Sulsel seperti pembebesan lahan Bandara Makendek Tanah Toraja serta Hanggar Bandara Sultan Hasanuddin.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Makassar, Komisaris Besar Endi Sutendi mengaku pihaknya belum mengetahui persis sejauh mana perkembangan penanganan kasus korupsi yang disoal ACC. "Kasus itu memang ada ditangani penyidik, tapi perkembangannya saya belum tahu. Saya akan cek dulu dan pelajari," kata Endi.�
Sementara itu, Juru Bicara Polda Sulsel, Komisaris Besar Dicky Sondani yang dikonfirmasi enggan berkomentar saat dimintai keterangan terkait kasus korupsi yang mandek.
DIDIT HARIYADI
0 Response to " Disebut Banyak Kasus Korupsi Mandek, Ini Kata Polisi Sulsel "
Posting Komentar