Bisnis, Jakarta - Masih lemahnya faktor fundamental dan tren peningkatan dolar AS membuat harga emas rentan terjatuh meskipun sudah mengalami reli dalam tiga sesi perdagangan terakhir.
Pada perdagangan Rabu (28 Desember 2016) pukul 19:05 WIB, harga emas spot naik 0,8 poin menuju ke US$1.138,86 per troy ounce (Rp492.364 per gram). Sementara emas comex kontrak Februari 2017 meningkat 0,3 poin menjadi US$1.139,2 per troy ounce.
Pekan kemarin harga emas menunjukkan penurunan mingguan ketujuh secara berturut-turut. Depresiasi ini menjadi pemerosotan mingguan terpanjang sejak Mei 2004.
Sementara indeks dolar AS pada pukul 20:00 WIB naik 0,47 poin atau 0,46% menuju 103,49. Ini menunjukkan peningkatan 4,93% sepanjang tahun berjalan.
Jingyi Pan, market strategist IG Asia Pte., menuturkan harga emas terdongkrak dalam waktu dekat akibat memudarnya faktor Trump. Seperti diketahui, sejak taipan properti tersebut menjabat sebagai presiden AS, mata uang dolar menguat tajam.
Kenaikan dolar mengonfirmasi optimisme pertumbuhan ekonomi dan inflasi Paman Sam dari pidato kemenangan Trump. Puncaknya penguatan greenback terjadi setelah Federal Reserve mengerek suku bunga 25 basis poin menjadi 0,5%-0,75% pada pertengahan Desember.
Menghijaunya dolar menekan harga komoditas, terutama emas yang dianggap sebagai aset lindung nilai. Kemilau harga batu kuning kian pudar setelah Federal Reserve merencanakan pengerekan suku bunga sebanyak tiga kali pada 2017.
Menurut Pan, meski harga emas meningkat dalam tiga sesi perdagangan terakhir, belum ada dasar yang kuat dalam mendukung kenaikan.
"Harga emas pada akhir tahun bisa menguat karena faktor teknikal setelah jatuh terlalu dalam. Dengan dolar yang nyaman di level tinggi, belum ada alasan penguatan emas dapat berlanjut pesar," tuturnya seperti dikurip dari Bloomberg, Rabu (28 Desember 2016).
Berdasarkan data Bloomberg, kepemilikan emas di bursa sudah turun 1,1 ton menjadi 1.778 ton pada Selasa (27 Desember 2016). Ini merupakan level terendah sejak Mei 2016 dan menunjukkan pemerosotan dalam 32 sesi perdagangan terakhir.
Asia Plus Securities dalam risetnya kemarin berpendapat harga emas berhasil rebound setelah mengalami tren merosot. Namun, bila harga kembali mencapai US$1.160 per troy ounce, maka aksi jual (profit taking) kembali mendominasi.
0 Response to " Dolar Menguat, Harga Emas Rentan Jatuh Lagi "
Posting Komentar